Archive for January 27th, 2008



27
Jan
08

Dramatis, Fabiano Tentukan Kemenangan Sevilla

Luis Fabiano menunjukkan komitmennya bagi Sevilla. Penyerang internasional Brasil itu bermain penuh determinasi di Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu (26/01) atau Minggu pagi–WIB.

Menjamu Osasuna yang mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain dalam lanjutan La Liga Spanyol, eksekusi penalti Fabiano memastikan kemenangan 2-1.

Dalam sepekan belakangan Fabiano mengakui dirinya mendapat penawaran dari sejumlah klub besar Eropa. Namun hal itu tidak mengganggu performanya. Sejak menit pertama mantan penyerang Sao Paolo itu merangsek pertahanan dan mengancam gawang Osasuna. Adalah ketidakberuntungan dan kesigapan kiper Ricardo yang berulang kali menggagalkan peluangnya.

Gol tersebut menjadi gol ke-14 bagi Fabiano di La Liga dan membuatnya memimpin daftar El Pichichi, atau top skorer. Sementara kemenangan tersebut membuat Sevilla memperbaiki posisinya ke peringkat tujuh. Zona Eropa pun kini tetap masih ada dalam pandangan tim yang diarsiteki Manuel Jimenez.

Christian Poulsen membuka skor dan membuat Sevilla memimpin di menit ke-55. Osasuna yang bermain pantang menyerah berhasil membalas 14 menit kemudian melalui gol brilian dari aksi solo Enrique Sola.

Di detik-detik akhir menjelang bubaran penalti diberikan buat Sevilla. Kontroversial, karena hand-ball yang membuat wasit menunjuk titik putih diragukan oleh kubu Osasuna yang dua pemainnya jadi korban kartu merah, Josetxo (86) dan Javi Garcia (90).

Perang mental akhirnya dimenangkan Fabiano. Dua kali ia mengeksekusi penalti setelah yang pertama dianulir karena terlalu cepat. Osasuna juga memberi perlawanan sengit tercatat dua kali tiang gawang menggagalkan gol tim tamu.

Susunan pemain:
Sevilla: De Sanctis; Daniel Alves, Dragutinovic, Escude, Mosquera; Jesus Navas, Poulsen, Renato, Diego Capel; Kerzhakov, Fabiano.
Osasuna: Ricardo; Flano, Javi Garcia, Josetxo, Nacho Monreal, Tanco, Ion Erice, Juanfran, Margairaz; Dady, Carlos Vela. source : zonabola.com

 
27
Jan
08

Chris John Hanya Butuh Tujuh Ronde

Jakarta: Chris John berhasil mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu versi WBA setelah menang TKO atas penantangnya Roinet Caballero asal Panama usai ronde ketujuh. Dalam pertandingan yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1) malam, Chris John memang tampil mendominasi.

Di ronde pembuka kedua petinju tampil terkesan hati-hati guna menjajaki kekuatan lawan. Memasuki ronde kedua Chris John mulai menguasai pertarungan. Berkali-kali petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini memojokkan lawan melalui kombinasi pukulan-pukulan pendeknya.

Di ronde keempat Caballero sempat mencoba bangkit dan melepaskan serangan balasan. Namun, Chris John kian tak terbendung. Di ronde keenam pukulan jab serta uppercut yang bertubi-tubi membuat Caballero tersudut dan terjatuh.

Pada ronde ketujuh Chris John kembali melayangkan sejumlah pukulan telak pada lawannya. Petinju Panama itu akhirnya memutuskan mengakhiri perlawanan di akhir ronde ketujuh dari 12 ronde yang direncanakan.

Dengan hasil ini Chris John sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan dengan 40 kali menang, di antaranya 21 menang KO dan satu kali seri. Ia juga berhasil mempertahankan sabuk juara kelas bulu WBA untuk kedelapan kalinya.(ADO/Wira Respati dan Teguh Raharjo) sorce: liputan6.com

27
Jan
08

Australian Open 2008

hichTab();

Third seed Novak Djokovic and unseeded Jo-Wilfried Tsonga

Djokovic and Tsonga will meet for the first time on Sunday

Third seed Novak Djokovic and unseeded French sensation Jo-Wilfried Tsonga will be the surprise finalists at the Australian Open on Sunday.

The pair stunned the tennis world on Friday by knocking out top seeds Roger Federer and Rafael Nadal in the semis.

Sunday’s final will be the first at a Grand Slam without either Federer or Nadal since the 2005 Australian Open.

“It means a lot to see some new faces in the finals,” said Djokovic, who will face Tsonga for the first time.

“The dominance of Federer and Nadal was just amazing the last couple of years, so I think it’s great for tennis lovers all around the world to see something new.”

Djokovic’s place in the final is not a complete shock as the 20-year-old Serb reached the US Open final last September, losing to Federer, and has risen to number three in the world.

But Friday’s straight-sets victory over Federer was still a huge breakthrough at Grand Slam level and he insists he now has no reason to fear Tsonga.

Neither of us has anything to lose. We will have more motivation, even though looking at the rankings I would be the favourite
Novak Djokovic

“He’s just amazing athlete. He’s been playing some impressive tennis in these two weeks – as I have. I still haven’t lost even a set here, which is amazing,” Djokovic added.

“Neither of us has anything to lose. We will have more motivation, even though looking at the rankings I would be the favourite. But it’s a final, so anything can happen.”

However, the remarkable rise of Djokovic is nothing compared to the dramatic impact made by Tsonga over the past fortnight.

After several years of injury problems the 22-year-old, who has a French mother and a father who was a handball player for Congo, is finally playing pain free.

He began the tournament with a 5-4 record at Grand Slam tournaments and has never won a tour event of any kind.

But Tsonga beat ninth seed Andy Murray in the first round and has since despatched eighth seed Richard Gasquet, 14th seed Mikhail Youzhny, and demolished second seed Nadal.

“I knew that I could play but my body was not ready,” he said. “Now it is ready, so I do it.”

Djokovic is ranked third in the world and Tsonga is number 38, but the Serbian player will not be taking anything for granted.

“Looking at the rankings, I will be the favourite,” he said. “But it’s the finals, and anything can happen.”

27
Jan
08

Banjir Gorontalo Meluas, Satu Jembatan Ambruk

Gorontalo (ANTARA News) – Banjir di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meluas pada Minggu dini hari, hingga menyebabkan satu rumah hanyut, satu jembatan ambruk, dan longsor di 13 titik.

Banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Bogo-Bogo menyusul hujan deras yang mengguyur sejak Jumat itu, bahkan telah menenggelamkan sebagian daratan Desa Bulontio Barat serta Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata dengan ketinggian permukaan air dua hingga tiga meter.

Sementara sembilan desa di Kecamatan Tolinggula yakni Tolinggula Ulu, Tolinggula Tengah, Tolinggula Pantai, Limbato, Potanga, Molangga, Biau, Windu dan Didingga, yang terendam banjir sejak Jumat (25/1) kini masih tetap dalam kondisi yang sama.

Kantor camat Sumalata dan Tolinggula serta sejumlah sekolah pun turut terendam banjir, sementara proses evakuasi masih terus berlangsung.

Distribusi bantuan dan proses evakuasi mengalami sejumlah kendala, karena sedikitnya terdapat 13 titik longsor yang cukup parah di sepanjang jalan menuju wilayah tersebut dan berbahaya bagi kendaraan dan warga yang melintasinya.

Kepala Bidang Sosial Gorut, Hendrik, mengatakan, bahwa hingga kini data pengungsi yang tercatat sejak Sabtu (26/1) sebanyak 654 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Tolinggula.

Sementara untuk Kecamatan Sumalata belum terhimpun data pengungsi karena petugas masih sibuk mengevakuasi warga dari wilayah tersebut.

“Kami sudah menyalurkan bantuan berupa mi instan, beras dan keperluan lainnya,” katanya, ketika dihubungi di Gorut.

Jarak kecamatan Sumalata dan Tolinggula tersebut sekitar empat jam perjalanan dari ibukota Kabupaten Gorut atau sekitar tujuh jam perjalanan dari Kota Gorontalo, sehingga menjadi kendala tersendiri dalam penanggulangan banjir di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Desember 2007 lalu, wilayah Tolinggula pun diterjang banjir dimana dua desa terendam.

Praktek illegal logging di wilayah tersebut cukup marak dan kerap diprotes oleh warga dengan menggelar aksi demo menentang para cukong kayu.(*)

27
Jan
08

Obama projected win in S Carolina

Columbia, South Carolina (ANTARA News) – Democrat Barack Obama was Saturday projected to win the South Carolina presidential nomination, in his second key victory over rival Hillary Clinton, US television networks said.

The Illinois senator was projected to win the state, marking his second key nominating victory in the White House race, while Clinton and former senator John Edwards were in a tight race for second.

After losses in New Hampshire and Nevada, the victory gave Obama, who would be the first black president, a big lift heading into the Super Tuesday contests on Feb. 5, when nearly half of the U.S. states will pick Republican and Democratic candidates for the November election.

South Carolina was the latest test for Obama, who would be the first black U.S president, and Clinton, a New York senator, in their escalating battle for the right to represent the Democratic Party in November`s presidential election.

After two consecutive losses, in New Hampshire and Nevada, Obama needed a win on Saturday if he hopes to head into the Feb. 5 “Super Tuesday” contests in two dozen states with a realistic chance of victory.

The high stakes fueled a week of angry accusations, harsh advertisements and increasingly personal jabs between the two candidates, capped by a volley of attacks on Obama from Clinton`s husband, former President Bill Clinton.

Obama and Hillary Clinton visited with voters in South Carolina during the day — Obama visited a polling station and a restaurant, while Clinton visited two restaurants.

Clinton left South Carolina before the polls closed, headed to Tennessee — which votes on Feb. 5 — for a town hall meeting in Nashville.

The other candidate in the Democratic race, former North Carolina Sen. John Edwards, who won South Carolina during his failed 2004 presidential bid, was in a battle with Clinton for second place, AFP reported.(*)

source : www.antara.co.id

27
Jan
08

Pendiri PFLP George Habash Wafat di Usia 82

Amman (ANTARA News) – George Habash, pemimpin kondang gerilyawan Palestina selama hampir lima dasawarsa, meninggal di King Hussein Medical Centre, Jordania, pada usia 82 tahun, Sabtu.

Habash, yang dikenal sebagai Al-Hakim, mendirikan Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina (PFLP), kelompok gerilyawan Marxis Palestina, pada 1967.

PFLP, pimpinan Habash, yang lama menjadi pesaing faksi Fatah, pimpinan mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat, menjadi salah satu dari dua kelompok terbesar di dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Habash dilahirkan pada 1926 di Lydda (sekarang menjadi Lod) dari keluarga Palestina Kristen dan meninggalkan seorang janda serta dua anak perempuan.

Para pejabat Palestina di Ramallah mengatakan ia meninggal akibat serangan jantung. PFLP menyatakan Habash akan dikuburkan di Amman, Jordania, Senin atau Selasa.

Habash menyelesaikan pendidikan bidang kedokteran di American University of Beirut pada 1951 dan pada tahun yang sama ia menjadi anggota pendiri Gerakan Nasionalis Arab, yang diilhami oleh Nasserisme dan doktrin lain sosialis serta pan-Arab.

Menyusul kekalahan tentara Arab dalam Perang Enam Hari 1967, Habash mendirikan PFLP dan memegang jabatan sekretaris jenderal selama 33 tahun. Ia meletakkan jabatan pada 2000 karena alasan kesehatan.

PFLP menjadi terkenal pada 1970-an melalui serangkaian pembajakan pesawat dan serangan berdarah di dalam wilayah Israel, DPA melaporkan.(*)




Disclaimer

This blog consists of external links only. I'm not responsible of any file and content as they are not under my control. Links and contents are not checked. All downloads are under your responsability.

online

anda pengunjung ke

  • 112,645 pengunjung

a

 

January 2008
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
My Popularity (by popuri.us) KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

join

Earn $$ with WidgetBucks!

Media